Coretan kecil ketika piket


kajgr

Pagi tadi aku terbangun jam 5 lewat yang di sebabkan oleh selimut ku yang dibasahi oleh hujan. Maklum atapnya tidak pakai anti hujan yang ada di iklan-iklan televisi itu jadinya bocor. Hehe. Tapi walaupun seperti itu tidak membuatku patah semangat bangun pagi – pagi seperti biasa untuk melanjutkan perjuanganku menjadi seorang Cekgu.

Tak ada yang aneh pagi, Cuma saja matahari yang tidak menyambut hari ku dengan kecerahahnya karena pagi ini bumi begitu redup seakan – akan dia tidak ada semangatnya untuk menyinari  bumi hari ini. dan aku pun tidak terlalu mempermasalahkannya, mungkin matahari istirahat sejenakkan karena beberapa bulan ke belakang ini matahari tak henti – hentinya menyinari, memberi semangat yang membaranya itu untuk bumi ini.

Sepeti biasa jam 07 : 00 pagi aku sudah berangkat menjalani hari ku menuju ke sebuah sekolah di mana disekolah tersebut aku belajar untuk menjadi seorang Cekgu. Aku begitu bersemangat walaupum pagi tidak seperti aku. Sesampai di sekolah yang ku temui Cuma beberapa murid dan satu kawan seperjuangan saya. Dan bertanya dalam hati kecil saya, “kenapa belum rame yang datang, biasa sekolah ini jam segini udah ada 89 % siswa udah ada yang datang?. Dan saya baru sadar kalau yang menyebabkan itu semua adalah pagi yang begitu suram menyambut orang – orang yang ini.

Hari ini hari kamis dan aku kenak jam piket untuk hari ini, jadi aku duduk di bangku piket sambil melihat – lihat jam. Waktu itu Jam menunjukkan pukul 07:45 berarti waktunya aku tekan Bell untuk menandakan bahwa seluruh siswa –siswi harus masuk ke kelas dan mulai belajar. Dan kembali saya duduk di meja piket sambil menunggu dan mengAbsen siswa siswi yang terlambat. Dan aku melakukannya dengan hati yang masih penuh semangat.

Dan tibalah waktu di mana setelah bell masuk ku bunyikan  dan aku berniat ke kantin untuk membeli makanan, tiba – tiba datang guru piket yang senior di sini menghampiriku dan bertanya, “ pak edi ya? , Iya bu “ku jawab. Bapak tolong gantikan Bu Mula sebentar karena beliua belum datang, “ kata ibu itu. Dan aku yang ketika itu mau jajan tidak jadi jajan. Yang ada aku sedikit terdiam karena perasaan ku bercampur diantara senang dan gugup. Tapi aku harus coba walaupun tidak ada persiapan. Apapun hasilnya itulah kemampuanku berarti.

Ketika di dalam kelas aku tidak terlalu gugup tapi aku bingung mau aku kasih apa untuk anak – anak ini. karena bingung mau ngajar apa serta agak susah menguasai kelas karena aku baru pertama kali masuk dan berdiri di depan murid. Dan Aku pun memilih sebuah game untuk hari ini dan Alhamdulillah mereka pun senang. Tapi tidak aku !! aku malu serta tidak bersemangat lagi karena aku merasa masih terlihat bodoh di depan anak – anak murid sendiri. Yahh begitulah cerita ku hari ini. aku masih banyak kurangnya jadi aku harus lebih giat lagi. Dan tulisan ini pun ku tulis untuk menghabiskan waktu piket ku serta menikmati rahmat yang Allah turunkan dari jam 10 sampai sekarang belum berhenti dan untuk sedikit meringankan pikiranku yang sempat badmood karena pengalaman pertamaku yang begitu Bad.

At meja piket in SMP IT Nurul Ishlah 12:16 20/02/2014

About saputra3di

My family is everything

Posted on February 21, 2014, in Cerita2Ku and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: